Hari Jadi Jateng, Penduduk Miskin Tahun 2016 13,19 Persen Pengangguran 4,63 Persen

Selasa, 22 Agustus 20170 komentar

Foto :net

Kabardaerahku ( Brebes )
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE usai menjadi Pembina upacara Hari Jadi Jawa Tengah Senin (21/8) memberikan santunan dari nilai manfaat kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Santiunan diberikan kepada tiga orang ahli waris masing-masing peserta

Penyerahan jaminan kecelakaan kerja BPJS Ketenagakerjaan diberikan kepada Ahli Waris Rokhmani Tenaga Kerja Honorer RSUD Brebes sebesar Rp 24.613.560,-. Kedua kepada ahli waris dari Sudrajat karyawan PO Dedy Jaya  sebesar Rp 28.281.490,- dan ketiga Ahli waris dari Takwad Tenaga Kerja dari Bustanul Ulum Al Mubarokah Winduaji Paguyangan sebesar Rp  25,887.930,-.

Dalam upacara Hari Jadi ke-67 Jateng yang digelar di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Brebes itu, bupati membacakan sambutan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Ganjar menuangkan kalau tahun 2016, pertumbuhan ekonomi jawa tengah 5,28% atau lebih tinggi dari partumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,02%.

Dikatakan Gubernur, untuk penduduk miskin, meski dari tahun ketahun mengalami penurunan, tetapi masih jadi persoalan yang harus kita segerakan penyelesaiannya. Penduduk miskin Jateng tahun 2016 sebesar 13,19% atau masih lebih tinggi dari angka nasional sebesar 10,70%.

Sedang untuk angka pengangguran dari tahun ke tahun dapat ditekan dan dibawah angka nasional.

Meski demikian kita tetap berupaya untuk menurunkan angka pengangguran dengan mendorong masuknya investasi, kegiatan wirausaha dan lain sebagainya.

Tahun 2016, angka pengangguran jateng sebesar 4,63%, lebih rendah dari angka nasional sebesar 5,61%.

Di sektor pendidikan, angka kelulusan sekolah selalu mengalami peningkatan, dan angka putus sekolah turun.

Angka kelulusan SD/SDLB/MI maupun SMP/MTS/SMPLB tahun 2016 sebesar 99,99%. Sedang untuk SMA/MA/SMK sebesar 99,98%. Khusus untuk angka putus sekolah yaitu SD/SDLB/MI sebesar 0,062%, untuk SMP/SMPLB/MTS sebesar 0,190% dan SMA/SMALB/SMK/MA sebesar 0,060%.

Selanjutnya di bidang kesehatan, kita terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, baik dari upaya preventif, promotif maupun kuratif.

Alhamdulillah AKI dan AKB terus dapat kita turunkan. Tetapi berbagai upaya terus kita lakukan untuk menekannya. Tahun 2016, AKI sebesar 109,65% dan AKB sebesar 9,99%. Untuk penerima jamkesmas sebesar 89,81% dan jamkesda sebesar 10,19%. Prevalensi gizi buruk tahun 2016 sebesar 0,03%.

“Masyarakat sudah betul-betul merasakan kehadiran infrastruktur yang makin baik dan memadai,” kata Ganjar.
Terbukti, persentase panjang jalan dalam kondisi baik, yaitu pada awalnya sebesar 86,54%. Tahun 2014 menjadi 86,92%, dan tahun 2015 menjadi 88,27%, serta 2016 sebesar 88,88% dari target di tahun 2018 sebesar 89,60%.

Untuk persentase panjang jembatan dalam kondisi baik. Pada awalnya sebesar 79,00 %. Tahun 2014 menjadi 79,72%, dan tahun 2015 menjadi 81,89%, serta 2016 sebesar 82,76% dari target di tahun 2018 sebesar 85,80%. Persentase jaringan irigasi dalam kondisi baik. Pada awalnya sebesar 72 %. Tahun 2014 menjadi 74%, dan tahun 2015 menjadi 76%, serta 2016 sebesar 79% dari target di tahun 2018 sebesar 82%.

Upacara diikuti jajaran Forkopimda, Kepala OPD beserta ratusan perwakilan staf dari masing masing OPD. (ws / Pur ).

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : | Creating Website | Boy | Kabardaerahku | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Kabar Daerahku : Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Kabardaerahku
Proudly powered by BanyumasMedia