Said Aqil Sirodj : Sebagai Warga NU Harus Tetap Menjaga Nasionalisme Religius

Jumat, 24 November 20170 komentar

Pembukaan Munas  Lombok ( foto : BU )

Kabardaerahku ( Lombok )
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU ) Prof. DR. Said Aqil Sirodj menyampaikan, dua puluh tahun yang lalu, Munas semacam imi pernah di adakan di NTB yakni di Babu Lombok Tengah, sekarang kembali menjadi tuan rumah setelah 20 tahun. 

Ada perbedaan antara munas terdahulu dengan sekarang,  bedanya dulu, saat munas tidak ada pejabat yang hadir, namun sekarang undangan 1200 yang hadir puluhan ribu hadir termasuk dihadiri Presiden Republik Indonesia beserta menteri serta para pejabat tinggi. PBNU membuka pintu  terbuka kepada kelompok radikal bila ingin masuk ke NU, mari warga Nahdlatul Ulama untuk perangi radikalisme, NU harus menjadi umat yang bisa memperkokoh nilai kebangsaan melalui gerakan deradikalisasi dan penguatan ekonomi warga. 

Demikian disampaikan pada pertemuan Musyawarah Nasional Alim Ulama Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di alun-alun Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (23/11). 

Munas ini dilaksanakan mulai 23-25 Nov 2017. Hadir pada acara tersebut Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo beserta para Menteri dan Duta Besar Negara Sahabat, Pengurus PBNU dan Pengurus PWNU Se Indonesia beserta Pengurus Banom Dan Lembaga NU.

Masih menurut said aqil, realita semangat umat islam Indonesia sekarang terkait  nasionalisme semakin pudar, sebagai warga NU kita harus tetap menjaga nasionalisme religius. Umat ini mudah terprovokasi, namun dunia international sudah mengakui, bahwa umat islam Indonesia itu warganya hidup damai, toleran dan semangat nasionalisme yang tinggi. 

Said aqil juga memberikan masukan kepada Presiden, agar ke depan ada kementrian tersendiri yang  khusus menangani Pondok Pesantren. Pada Munas dan konbes ini banyak masalah yang akan dibahas, yakni terkait masalah disabilitas, investasi yang sesuai syariat Islam, dan masalah lainnya yang sudah dirumuskan oleh panitia Munas.

Sementara itu, saat Pembukaan Munas-Konbes NU, Robikin selaku panitia memberikan kesempatan kepada Ustad Ilhamudin Penyandang Disabilitas yang Baca Al-Qur'an dan Shalawat Badar dengan maksud  NU memang care dengan penyandang disabilitas, sejalan dengan pembahasan masalah disabilitas di forum Bahtsul Masail Munas Alim Ulama NU 2017 di Pesantren Darul Falah Lombok. 

Menurut Robikin, penyandang disabilitas itu karunia Allah. Disabilitas bukan keterbatasan. Penyandang disabilitas dapat menggali potensi diri dan dapat kesempatan yang sama dalam meraih prestasi.

Masalah disabilitas ini diangkat sebagai salah satu pembahasan di forum Munas NU 2017 dalam sidang Komisi Bahtsul Masail Diniyah al-Maudhuiyah. Masalah ini akan dibahas secara serius terutama terkait fasilitas peribadatan bagi penyandang disabilitas. 

Adapun Perwakilan dari Brebes yakni Rois Syuriah PBNU KH. Subhan Makmun yang ditugaskan menjadi salah satu tim perumus di bahasan Bahtsul Masail. (BU /  Pur )
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : | Creating Website | Boy | Kabardaerahku | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Kabar Daerahku : Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Kabardaerahku
Proudly powered by BanyumasMedia