Ya Lal Wathon Lagu Spirit Perjuangan Hantarkan Muslimat Nu Salem Juara Hadroh

Sabtu, 04 November 20170 komentar

Penampilan salah satu grup Hadroh (foto ; hms )

Kabardaerahku ( Brebes )
Dengan mengantongi nilai 285, grup hadrah Muslimat NU Salem berhasil menjadi juara 1 pada pentas Kesenian Hadrah tingkat Kabupaten Brebes 2017.

Pentas ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Juara 2 di raih Muslimat Bumiayu (280,3) dan juara 3 Muslimat Larangan (273,8).

Sedangkan juara harapan secara berurut diraih Muslimat Kersana (273,5), Bulakamba (261,67), dan Banjarharjo (259,8).

Ketua Panitia Hj Farikha menjelaskan, Pentas yang dilombakan itu diikuti 12 peserta se Kabupaten Brebes di gelar di halaman Kantor Kementerian Agama Brebes, Sabtu (4/11).

Lomba ini merupakan untuk yang kedua kalinya sebagai kemitraan antara Muslimat NU dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Tiap peserta membawakan tiga buah lagu yakni Mars dan Hymne Muslimat NU serta Ya Lal Wathon.

Ketua PC Muslimat NU Brebes Dra Hj Chulasoh menjelaskan, lagu Ya Lal Wathon, merupakan spirit perjuangan yang diciptakan oleh Kiai Wahab Hasbullah pada tahun 1934.

“Lagu ini mampu mengobarkan semangat para santri dalam syair bahasa arab, sehingga Belanda tidak mengerti arti yang terkandung di dalam syair tersebut,” ungkapnya

Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Nur Hasanah yang ikut menyaksikan pagelaran pentas kesenian hadrah tersebut mengaku gembira dengan semangat ibu-ibu Muslimat berkesenian Hadrah.

Menurutnya, kesenian Islam hadrah wajib dilestarikan oleh Muslim Indonesia.
Jangan sampai kekayaan kesenian daerah kita seperti seni hadrah ini diambil oleh orang lain.

“Jangan sampai kita berteriak, kalau kesenian milik kita di klaim oleh Negara lain,” tandasnya.
Nguri-nguri budaya Islam, menurutnya harus terus digelorakan. Dengan adanya pentas hadrah, ghirah (semangat) para Ibu-ibu Muslimat makin kencang.

Pentas ini sangat positif, terutama dalam pandangan arus bawah, ketimbang budaya barat yang tidak mengandung nilai-nilai pendidikan.

“Muslimat NU dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memiliki keselarasan dalam mengembangkan dan membudayakan kesenian daerah, maka kita bersinergi,” ujar Nur Hasanah yang juga dewan pakar di jajaran PW Muslimat NU Jateng itu.

Juara 1 pada event ini, akan diuji kepiawaiannya pada pentas yang sama di tingkat eks Karesidenan Pekalongan di Pemalang pada akhir November mendatang. (ws / Pur )
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : | Creating Website | Boy | Kabardaerahku | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Kabar Daerahku : Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Kabardaerahku
Proudly powered by BanyumasMedia