Brebes Kembali Terima Penghargaan Peduli HAM

Senin, 11 Desember 20170 komentar

Terima penghargaan ( foto ; hms )

Kabardaerahku ( Brebes )
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH kembali menerima penghargaan Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dari  Presiden RI Ir Joko Widodo. 

Penghargaan diserahkan Mentari Hukum dan HAM Yasonna Laoly atas nama Presiden pada peringatan hari HAM sedunia ke-69 di hotel the Sultan Solo, Minggu (10/12/17)

Idza mengaku senang dengan penghargaan tersebut karena pada hakekatnya masyarakat Brebes lah yang telah mendapatkan hak haknya. 
"Ini penghargaan untuk masyarakat Brebes, dan kami bersyukur serta bangga dengan penghargaan ini," kata Idza usai menerima penghargaan.


Dia berharap, dengan penghargaan ini bisa memacu masyarakat Brebes untuk lebih meningkatkan kepeduliannya terhadap HAM. Bupati perempuan pertama di Brebes itu juga bertekad akan selalu memperhatikan hak hak masyarakat Brebes.  

Kabupaten Brebes dipandang layak menerima penghargaan karena telah memenuhi 83 indikator penilaian. Kesadaran masyarakat Brebes akan produk produk hukum sangat tinggi.

Wanita kelahiran Tegal 9 Januari 1971 itu telah berkomitmen memenuhi 7 hak hak masyarakat Brebes. Diantaranya terpenuhinya hak atas kesehatan, hak atas pendidikan, hak atas perempuan dan anak, hak atas pekerjaan, hak atas kependudukan, hak atas perumahan yang layak dan hak atas lingkungan yang berkelanjutan.ke 7 kategori tersebut terdiri dari 83 indikator yang harus dipenuhi baik data penilaian maupun dokumen pendukungnya. Penilaian th 2016 ini lebih berat dibandingkan th 2015 yg hanya 5 kategori penilaian dengan 17 indikator.

Kepala Bagian Hukum Setda Brebes Yuta Sugiharti menambahkan, penghargaan Peduli HAM 2017 berdasarkan Penilaian selama tahun 2016 yang diatur melalui Permendagri no 34 th 2016 tentang kriteria kabupaten/kota peduli HAM.

"Alhamdulillah, Brebes tiap tahun mendapatkan perhargaan sejak 2013," tuturnya.
Peringat hari HAM sedunia yang mengambil tema kerja bersama peduli HAM dihadiri Presiden, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Gubernur, Bupati dan walikota penerima penghargaan serta sejumlah undangan terkait lainnya.

Dalam kata sambutannya, presiden mengajak membangun pondasi HAM. Meskipun dia mengakui masalah penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) masih belum bisa dituntaskan sepenuhnya. Persoalan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Jokowi pun mengharapkan dukungan, bantuan, dan kerjasama dari seluruh pihak untuk bersama-sama menangani penegakan HAM di Indonesia.

 "Saya menyadari masih banyak pekerjaan besar, pekerjaan rumah perihal penegakan HAM yang belum bisa tuntas diselesaikan," ujarnya.
"Hal ini membutuhkan kerja kita semuanya, kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah dan seluruh komponen masyarakat dan dengan kerja bersama kita hadirkan keadilan HAM, kita hadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia," pungkasnya.

Yasonna Laoly menjelaskan, Pemerintah berkomitmen untuk mendorong peningkatan HAM hingga ke daerah. Hal itu, jelasnya, terlaksana melalui Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) yang telah memasuki generasi ke-4.
"Tahun 2017, aksi HAM di daerah hingga saat ini telah mencapai 52,26 persen. Diharapkan di akhir tahun ini Pemerintah Daerah dapat mempercepat pelaksanaan aksi HAM daerah hingga mencapai 100 persen," urainya.


Yasonna pun mengakui pihaknya saat ini telah membuat peraturan terkait penerapan materi muatan HAM agar penyusunan Peraturan Daerah dan produk hukum daerah dengan memperhatikan nilai HAM dapat tercapai. (ws / Pur )
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : | Creating Website | Boy | Kabardaerahku | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Kabar Daerahku : Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Kabardaerahku
Proudly powered by BanyumasMedia