Ansor Dan Banser Harus Pegang Teguh Empat Karakter

Minggu, 21 Januari 20180 komentar

Apel Banser  ( foto : hms )

Kabardaerahku ( Brebes )
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengajak kepada Ansor dan Banser Kabupaten Brebes untuk memegang teguh empat karakter. Karakter ini harus dilaksanakan oleh seluruh anggota Banser dan Ansor dari lini organisasi tanpa terkecuali demi tercapainya tujuan organisasi.

“Sebagai kader Ansor-Banser, harus memegang teguh empat karakter Banser,” demikian ditegaskan Yaqut Cholil Qoumas saat memimpin Apel Banser se Kabupaten Brebes di Alun-alun Brebes, Sabtu (20/1).

Menurut Gus Yaqut-demikian panggilan akrabnya, menjelaskan keempat karakter tersebut yakni pertama, karakter kepemudaan. Sebagai kader Banser dan Ansor harus memiliki jiwa muda, meskipun potonganya tua. Meskipun rambutnya tidak lagi hitam tapi bila semangatnya masih muda layak menjadi Banser dan Ansor.

Karakter kedua, yakni karakter kerakyatan. Yakni sebagai Banser-Ansor harus bermanfaat bagi rakyat sekitar. Untuk itu, harus bekerja sama dengan pemerintah, bantu program-program pemerintah demi kesejahteraan rakuyat. Bila menemui orang yang susah, Banser dan Ansor harus menjadi orang yang pertama kali turun untuk menolong mereka.


Ketiga, lanjutnya, karakter keislaman, sebagai kader Banser dan Ansor harus mengawal para kiai, ulama, selain mengawal NKRI.
Mengawal ulama, dengan cara turut mendakwahkan agama Islam yang menebarkan kedamaian bukan Islam yang mengajak permusuhan. Di luar negeri, contoh Negara Suriyah, dan Irak menjadi kacau balau karena mereka salah memahami nilai keislaman.

“Harus kita ikuti para ulama dan kiai yang membawa nilai islam yang sejuk, yang damai, yang rahmatan lil alamin,” ajaknya penuh semangat.

Keempat, karakter kebangsaan. Sebagai kader Ansor dan Banser tidak boleh mundur sejengkalpun bila ada ancaman ada dihadapan kita yang mau menghancurkan NKRI. Harta, jiwa dan raga, kita pertaruhkan untuk NKRI.
“Jangan mundur sejengkalpun, jangankan hanya jiwa, raga, nyawapun harus kita korbankan untuk NKRI. Harga diri kita sudah diinjak-injak oleh mereka yang mau mendirikan agama Islam di Indonesia, maka apapun harus kita pertaruhkan untuk NKRI,” tandasnya.

Untuk mempertahankan NKRI, lanjutnya, bukan hanya tugas TNI dan POLRI tapi tugas kita semua sebagai kader Banser dan Ansor. Karena NKRI didirikan atas andil juga para ulama-ulama Nahdlatul Ulama seperti mbah Hasim Asy'ari, Mbah Bisri Samsuri dan ulama lain serta para santri. “Maka apabila ada kelompok-kelompok yang ingin merubah idiologi pancasila, harus kita lawan.” tegas Gus Yaqut.

Ketua PC GP Ansor Brebes Ahmad Munsip menjelaskan, Apel kesetian NKRI Banser-Gp Ansor di alun-alun Kabupaten Brebes, Jawa Tengah diikuti lebih dari 5000 peserta. Apel kesetian mengusung tema "Pemuda Kini Jaga NKRI" digelar sebagai bentuk kesiapsiagaan GP Ansor untuk melawan kelompok-kelompok yang ingin mengganggu Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Apel diwarnai pula dengan berbagai atraksi kanuragan, marcing band, baris berbaris serta kesenian tradisional.
Tampak hadir, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Sholahudin, Rois Syuri'ah PCNU Brebes KH Aminudin Mashudi, Ketua Tanfidziyah PCNU Brebes KH Athoillah Syatori, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakili Bupati Brebes, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono, Wakapolres Brebes Kompol Wahyudi, para Anggota DPRD dan undangan lainnya. (ws / Pur )
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : | Creating Website | Boy | Kabardaerahku | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Kabar Daerahku : Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Kabardaerahku
Proudly powered by BanyumasMedia