Kepala BNPB Janji Tanggul Jebol Selesai Dalam Sepekan

Sabtu, 24 Februari 20180 komentar

Kepala BNPB ( foto ; Hms )


Kabardaerahku (  Brebes )
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menegaskan, penanganan darurat jebolnya tanggul Kali Cisanggarung bisa rampung dalam waktu sepekan. Dia menegaskan kalau alat berat dan bahan material lainnya akan didatangkan secara cepat dengan melibatkan seluruh kekuatan yang dimilikinya agar tidak terjadi bencana banjir susulan.

“Perbaikan tanggul darurat di 9 titik yang jebol, Saya harap secepatnya bisa ditangani dalam waktu 7 hari bisa selesai,” kata Willem saat meninjau tanggul yang jebol di desa Bojongsari, Kec Losari Brebes, Sabtu (23/2) sore.

Menurutnya, alat berat sudah didatangkan dari Cirebon dan karung serta tanah atau pasir buat menutup bisa dibeli di Cikesik, Cirebon. “Mala mini, harus kita kerjakan juga, tidak tunggu waktu,” tegasnya.

Dalam penanganan bencana banjir dan longsor di Brebes, Willem memaparkan bahwa yang paling utama adalah penyelematan dan pencarian.
Penyelamatan korban banjir telah dilakukan dengan evakuasi warga sehingga tidak jatuh korban. Dan bila kehilangan anggota korban tentu dilakukan pencarian dalam batasan waktu yang telah ditetapkan. “Untuk longsor, masih ada 13 korban yang belum ditemukan maka harus dilakukan pencarian maksimal,” tegasnya.

Bencana, lanjutnya, juga harus ditangani bukan diratapi. Dengan sigap kita juga tengah memenuhi perlengkapan logistic seperti makanan, suplay air bersih, pelayanan kesehatan
Willem melihat langsung bekas ketinggian air, kalau dampak banjir di Losari mencapai ketinggian di atas dua meter lebih. Lumpuar juga telah masuk dengan merusak berbagai perabotan dan hewan ternak. Untuk itu, akan disuplai drop air bersih, alat pembersih, ember, karbol, sapu lidi dan lainnya sehingga masyarakat bisa segera membersihkan rumahnya.

Obat obatan, lanjutnya, juga sudah cukup namun masa inkubasi lima hari harus ditangani dengan menyiapkan obat obatan untuk korban banjir seperti obat untuk Ispa, diare, gatal gatal dan lain sebagainya.

Willem menghimbau kepada seluruh masyarakat dan jajaran terkait untuk terus waspada, tetap siaga. Siaganya, dengan jalan harus mengamati kondisi air dan cuaca. Dalam artian bila hujan sudah lebat,  masyarakat harus segera dievakuasi mengingat tanggul belum jadi.

Begitupun ditempat longsor, daerah yang berbahaya, masyarakat tidak berada di daerah itu. “Saya sudah menginstruksikan agar dipasang tanda tanda daaerah rawan longsor, sehingga bila terjadi longsor susulan tidak memakan korban,” ungkapnya.

Didaerah banjir ini, lanjutnya, juga yang dibutuhkan Skoci karet untuk evakuasi maka akan dipenuhi pula.
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menjelaskan, kalau Pemkab Brebes telah menetapkan Tanggap 
Darurat bencana banjir dan longsor di Brebes tanggal 22 Februari sampai 7 Maret 2018.


Bupati mengajak kepada masyarakat Brebes untuk bersabar dan menerima cobaan ini dengan tabah dan tawakal. “Allah SWT tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan manusia, semoga kita bisa mengambil hikmah dan selalu dalam kesabaran dan ketakwaan,” pungkasnya. (ws / Pur )
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : | Creating Website | Boy | Kabardaerahku | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Kabar Daerahku : Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Kabardaerahku
Proudly powered by BanyumasMedia