Kiai Niamullah dan Failasuf Pimpin NU Tanjung

Jumat, 20 April 20180 komentar


Acara pemilihan ( foto : hms )


Kabardaerahku( Brebes )
Pasangan KH Niamullah Abdul Karim dan Ahmad Failasuf didaulat dan ditetapkan memimpin Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tanjung setelah mendapatkan kepercayaan pada Konferensi MWCNU Tanjung, di Madrasah Diniyah Badrul Huda Desa Sarireja, Tanjung, Brebes, Jawa Tengah, Kamis (19/4).

Kiai Niam terpilih menjadi Rais Suriyah menggantikan Kiai Mudrikah sedangkan ustadz Failasuf sebagai Ketua Tanfidiyah menggantikan H Sodikin (alm). Mereka bakal memimpin NU Tanjung periode 2018-2023.

Pemilihan Rais melalui sistem Ahlul Hali Wal Aqdi (AHWA) setelah lima ulama setempat ditunjuk musyawirin untuk selanjutnya bermusyawarah mufakat memilih Rais Syuriyah. Lima ulama setempat yakni  Kiai Amin, Kiai Sodiq, KH Mudrikah, Gus Kholil dan ust Fatkhul.

Rais yang dipilih AHWA adalah Pimpinan Ponpes Albukhori 2 Lemah Abang, Tanjung,  tersebut mengajak agar Nahdliyin  mempelajari aswaja dan mendalaminya untuk menjadi NU yang tulen.
"Nahdliyin harus terus Ngaji, ngaji, dan ngaji dengan landasan ahlak yang terpuji, oleh karena itu mari utamakan ahlak dan diikhlaskan berjuang demi ngurip urip agama Islam. Jalankan kepesantrenanya dan selalu beradab," ungkapnya.

Pada sidang Pleno yang dipimpin Sekretaris PCNU Brebes H Ali Nurdin dan Wakil Sekretaris PCNU Lakhmudin, memimpin pemilihan Ketua Tanfidziyah. Tahap awal, berhasil meraih suara untuk Failasuf 8 suara, Wahidin 5, H Sodiq 1, Gus Kholil 1, Marzuki 1, Mustofa 2, Abdul Majid 2, Tarmidi 1, dan Misbah 1.

Karena persyaratan untuk tahap selanjutnya harus mengantongi minimal 5 suara maka hanya Failasuf dan Wahidin yang berhak maju tahap berikutnya.
Setelah melalui proses pemilihan tahap 2 akhirnya Ahmad Failasuf dari desa Sengon mendapatkan 12 suara dan Wahidin dari desa Kubangputat meraih 10 suara dari 22 suara yang diperebutkan.
Dengan demikian Ahmad Failasuf didaulat menjadi Ketua Tanfidziyah MWC NU Tanjung, Kabupaten Brebes periode 2018-2023.

Ketua Panitia Solilhin menjelaskan, Konferensi MWC juga menjadi bagian dari Harlah Ke-95 NU. Sebelumnya, telah digelar pawai ta'aruf yang diikuti 85 mobil, 350 motor, 35 tosa.
Peserta terdiri dari seluruh warga NU dan banom NU. Sebelum pawai, didahului apel banser. 

Selanjutnya, peserta menempuh jarak lebih kurang 10 kilometer. Rute yang dilalui Pasar Bawang Sengon, Kemurang, Pejagan, Tengguli, Luwunggede, Kersana, dan finish Pasar Bawang.
Puncak acara berupa pengajian umum dengan tausiyah Habib Luthfi bin Yahya, KH Mansyur Tarsudi, dan Syarifudin yang terkenal dengan sholawat merah putihnya.(Ws/ Pr )
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : | Creating Website | Boy | Kabardaerahku | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Kabar Daerahku : Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Kabardaerahku
Proudly powered by BanyumasMedia