Nahdliyin Pegang Teguh Amanah Dinniyah Dan Wathoniyah.

Kamis, 12 April 20180 komentar

Foot : ist 


Kabardaerahku ( Brebes )
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Brebes KH Athoilah Syatori menyampaikan arti pentingnya dua amanat yang harus dipegang teguh Nahdliyin (warga NU). Baik ditataran Pengurus Ranting (PR), Majelis Wakil Cabang (MWC)  maupun Pengurus Cabang (PC) yaitu amanat Diniyah (Keagamaan) dan amanat Wathoniyah (Kebangsaan.)

Harapan tersebut disampaikan Athoillah saat sambutan pelantikan Pengurus Rantin (PR)  Nahdlatul Ulama Desa Kupu di Mushola Khusnul Khotimah Desa Kupu, Kecamatan Wanasari, Brebes, Jawa Tengah, Rabu (11/4) malam.

Pertama, kata Kang Atho-demikian panggilan akrabnya-,  amanah dinniyah (Keagamaan) yakni amanat membela agama Islam. Ia mengatakan dalam membela Islam dan mendakwahkan ajaran Islam harus menampilkan Wajah islam yang sejuk, damai dan mulia.

Dulu, lanjutnya, di tanah Jawa banyak mayoritas penganut agama Hindu dan Budha, namun setelah Walisongo hadir di tanah Jawa, masyarakat jawa banyak yang menganut agama Islam. Resepnya, Walisongo dalam berdakwah menampilkan wajah Islam yang ramah, santun, membumi dan Islam Ala Ahlussunnah Waljamaah yang moderat," jelasnya.



Kedua, untuk Amanah Wathoniyah (kebangsaan) Kang Atho menilai kalau NU harus berpartisipasi aktif memperjuangkan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Termasuk mempertahankan NKRI dari gangguan ormas-ormas Islam yanh ingin merubah ideologi Pancasila menjadi Khilafah.

"Di awal Reformasi, tumbuh menjamur ormas baru yang membalut Islam menjadi aliran yang keras dan ngotot ingin merubah idiologi Pancaasila menjadi negara Khilafah. Untuk itu, menjadi  NU untuk menangkis ormas yang menginkan idiologi khilafah" jelas Kaji Atho.

Athoillah melantik kepengurusan PR NU Kupu periode 2018-2022 antara lain Rais Syuriyah Kyai Nahrowi, Ketua Tanfidziyah Imronudin, Sekretaris Tarjaya, Bendahara Sekhu Sofyan.
Dalam programnya, Ketua PR NU Kupu Imronudin bertekad akan membuat Pengurus Anak Ranting di setiap Mushola dan Masjid. Selain itu, setiap sebulan sekali mengadakan kajian kitab kuning. Target selanjutnya, memperkuat internal organisasi karena PR NU kupu, baru bangun setelah mati suri.

Pelantikan Pengurus Ranting (PR)  NU desa kupu dilakukan Ketua PC NU Brebes KH Athoillah Syatori. Turut memeriahkan acara paduan suara dari Fatayat, IPPNU, dan Atraksi dari Ansor Banser Ranting Desa kupu.
Tampak hadir Wakil Ketua PCNU Brebes KH Sodikin Rachman dan Wakil Sekretaris PCNU Brebes Lakhmudin, (ws / Pr )

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : | Creating Website | Boy | Kabardaerahku | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Kabar Daerahku : Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Kabardaerahku
Proudly powered by BanyumasMedia