12 Nyawa Melayang Sopir Jadi Tersangka, Begini Penjelasan Polisi

Selasa, 22 Mei 20180 komentar

Kombes Pol Joko Rudi  Kasubdit Laka Korlantas Mabes Polri ( Foto : Pur )

Kabardaerahku ( Brebes )
Insiden truk  maut yang menewaskan 12 orang serta merusak lima rumah, menggilas 16 buah sepeda motor serta satu mobil di Bumiayu Kabupaten Brebes, masih dalam penyelidikan petugas kepolisihan.

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara di jalan raya Jatisawit Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes guna mengetahui kronologi kejadian laka lantas mengerikan tersebut.

Kasubdit Laka Korlantas Mabes Polri Kombes Pol Djoko Rudi usai melihat kondisi truk maut mengatakan, ada beberapa faktor penyebab kecelakaan yang terjadi pada Minggu sore 20 Mei 2018 itu. 

Selain itu juga ada beberapa tahapan dalam proses identifikasi mencari bukti akurat.

"Ada beberapa tahapan yang kita lakukan dalam penindak lajutan proses identifikasi data mencari bukti adanya kejadian kecelakaan kemarin.Yakni aspeknya apa dengan menggunakan camera Faro,berdemensi 3D,  melihat dari berbagai sudut pandang memakai laser 3G yang bertujuan membuat animasi  pemetaan gambar seperti saat kejadian kecelakaan.

Hal itu dilakukan  untuk meyakinkan Hakim pada saat sidang nantinya, sehingga Hakim tahu persis dan bisa percaya kondisi dilapangan saat kecelakaan agar saat pengambilan vonis pada si sopir bisa maksimal dan memenuhi aspek  keadilan "papar Joko Rudi kepada Matamatanews.com . 

Dijelaskan Kasubdit meski dirinya belum mendengar langsung keterangan sopir atau saksi yang bersangkutan langsung dengan kejadian , namun dari  rentetan peristiwa kami memastikan sopir sebagai tersangka. 

"Meski belum bertemu dengan driver (sopir) saya pastikan sopir sebagai tersangka terkait pasal 310 ayat 3 mengakibatkan luka berat dan meninggal dengan ancaman hukuman 5 tahun denda Rp 10 juta "tegas Kombes Joko Rudi. Menurut Kasubdit Laka Korlantas, kendaraan sudah laik namun dari
 keterangan kelebihan tonase hingga 18 ton melebihi beban yang seharusnya dibawa mobil dengan double brecker.

"Mobil kapasitas double brecker dengan ban belakang double itu maksimal 20 ton namun kenyataan dilapangan, tonase mobil mencapai 38 ton atau kelebihan muatan 18 ton. Hal itu berakibat tidak maksimalnya fungsi  rem  ABS - Air Brake System " jelas Joko Rudi. 

Kondisi truk ( foto : Pur )

Seperti diberitakan Minggu 20 Mei 2018 terjadi insiden laka lantas truk tronton angkut gula pasir nopol H 1996 CZ   mengalami kecelakaan di jalan raya Jatisawit Bumiayu Brebes Jawa Tengah.

Kendaraan berat yang mulai bermasalah selepas Fly Over Kretek  baru berhenti lalu terguling setelah  menabrak lima buah rumah , satu mobil serta 16 sepeda motor yang mengakibatkan korban meninggal 12 orang serta luka 9 orang. Sedangkan sopir Pratomo Diyanto (46) warga Cilacap  mengalami luka berat dirawat di Rumah Sakit.
(sumber ; matamatanews.com)


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : | Creating Website | Boy | Kabardaerahku | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Kabar Daerahku : Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Kabardaerahku
Proudly powered by BanyumasMedia