Toto Raih Doktor Berkat Penelitihan Soal Profesionalisme Guru,

Rabu, 06 Juni 20180 komentar

Bersama Keluarga ( foto ; ist )


Kabardaerahku ( Brebes )
Profesionalisme guru menjadi bahan penelitian Toto Ujiarto dalam meraih gelar Doktor dari Universitas Negeri Semarang (UNNES). Dia mencermati, tunjangan profesi guru tidak bisa menjadi jaminan peningkatan kinerja guru, apalagi bila Kelompok Kerja Guru tidak jalan dan manajerial kepala sekolah juga tidak diterapkan.

“Mayoritas, guru yang sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi kinerjanya stagnan bahkan cenderung menurun karena berbagai variable yang tidak menunjang,” kritik Toto sebagaimana tertuang dalam disertasinya, saat berbincang di ruang kerjanya, Senin (3/6).
Guru SD yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala SD Negeri Sitanggal 04 Kec Larangan Brebes, menerangkan profesionalisme guru tidak hanya karena tunjangan saja. Tetapi ditentukan oleh lima variable, yaitu kompetensi manajerial kepala sekolah, supervisi akademik, budaya organisasi, motivasi kerja dan Kelompok Kerja Guru (KKG).

Pria kelahiran Brebes, 30 Agustus 1969 melihat banyak permasalahan dalam peningkatan kinerja guru karena profesionalisme guru kurang optimal dalam menjalankan tugasnya. Kepala sekolah belum optimal dalam menjalankan tugasnya, supervisi akademik belum optimal dalam pemberian bantuan pada guru. Budaya organisasi sebagai tatanan nilai-nilai pelaksanaannya belum optimal, motivasi kerja guru masih rendah dalam melaksanakan tugasnya dan KKG juga belum optimal dalam meningkat profesionaisme guru.

Suami dari Suningsih ini mempertahankan disertasinya pada 8 Maret 2018 di hadapan Promotor Prof Dr Rusdarti MSi, Dr Achmad Rifai RC MPd (Kopromotor) dan Prof Dr Tri Joko Raharjo MPd (Anggota Promotor)

Sebagai guru SD, lanjutnya, dia mendapatkan kenikmatan yang luar biasa karena bisa meraih pendidikan yang tinggi. Baginya, mencari ilmu itu sejak ayunan hingga ke liang lahat. Meskipun terengah-engah dalam persediaan tenaga waktu maupun biaya, tetapi kenikmatan sangat luar biasa ketika bisa lulus doctor.

“Alhamdulillah, saya bisa menempuh dalam waktu 6,5 tahun,” terangnya.
Dia tidak memungkiri kalau prestasinya tersebut atas dorongan istri dan ketiga anaknya Muhamad Rizky, Rizka Dwi Ayuningtias, dan Muhammad Aji Riko Nugroho.

Bahagia Toto tertumpah ketika diwisuda pada 15 Mei 2018 di auditorium kampus UNNES.
Toto boleh dikata merangkak dalam menempuh pendidikan, berawal dari SDN Siasem 01 lulus tahun 1983, SMPN Wanasari         (1986), SMA Pusponegoro 01 jurusan IPS (1989),    Diploma IKIP Semarang PGSD (1992), Sarjana Universitas Muhammadiyah Bengkulu, PKn (2000), Magister UNNES. Manajemen (2010) dan Doktor UNNES Manajemen (2018).
Sebagai PNS, aktivis Pramuka ini meniti kariernya secara merangkak dari Guru di SDN Talo Baru Bengkulu tahun 1993-2002. Guru SDN Rawa Indah Bengkulu (2003-2003), Guru SDN Sisalam Kec Wanasari Brebes (2003-2010).

Karena prestasinya hebat, dia diberi tugas tambahan sebagai Kepala SDN Rengaspendawa 04 Kec Larangan (2010-2012), terus mutasi sebagai Kepala SDN Rengaspendawa 02 Kec Larangan (2012-2012) dan terakhir sebagai Kepala SDN Sitanggal 04 Kec Larangan tahun 2012 hingga sekarang. (ws/ Pr )

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : | Creating Website | Boy | Kabardaerahku | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Kabar Daerahku : Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Kabardaerahku
Proudly powered by BanyumasMedia