Sosialisasi 4 Pilar : Pancasila Sebagai Sumber Etika Politik

Minggu, 03 Juni 20180 komentar

Anggota DPR MPR RI H. Agung Widyantoro dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ( foto: ist)

Kabardaerahku ( Brebes )
Pancasila bukanlah merupakan pedoman yang berlangsung secara normatif ataupun praksis semata melainkan juga merupakan suatu sistem nilai-nilai etika yang merupakan sumber hukum. Baik meliputi norma moral maupun norma hukum, yang pada giliranya harus dijabarkan lebih lanjut
dalam norma-norma etika, moral maupun norma hukum dalam kehidupan kenegaraan maupun kebangsaan. 

Begitu pula dalam pelaksanan dan penyelenggaraan negara etika politik menuntut agar  kekuasan dalam negara di jalankan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sebagi sumber etika politik yang antara lain didalamnya nilai legitimasi, nilai legitimasi demokratis, dan nilai legitimasi moral. 

Hal disampaikan Anggota DPR / MPR RI H Agung WIdyantoro SH. M. Si pada acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bertempat di Posko Agung Desa Kota Baru Kabupaten Brebes 3 Juni 2018 yang diikuti 150 orang terdiri tokoh masyarakat, kelompok masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat di wilayah kabupaten Brebes.

Menurut Agung Widyantoro Sosialisasi 4 (empat) Pilar Kebangsaan ini sangat penting dilakukan, bukan hanya memberikan pemahaman secara utuh dan berkelanjutan tentang nilai-nilai luhur Pancasila dan wawasan kebangsaan lainnya, akan tetapi secara praktis akan memberikan dampak positif terhadap terbentuknya karakter masyarakat yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi terhadap bangsa dan negara. 

"Pendidikan  Pancasila  memang telah diberikan secara formal di sekolah, namun secara praktis kebiasaan-kebiasaan yang muncul di kalangan generasi  muda saat sekarang ini jauh dari nilai yang mereka dapatkan pada mata pelajaran tersebut " ungkap Agung.

Untuk itu tambah Agung penting sekali menanamkan sikap cinta tanah air sebagai modal awal untuk memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN dengan memperkuat pemahaman pedoman prinsip Pancasila sehingga masyarakat mampu bersaing dengan dunia luar namun tetap mengedepankan prinsip dan khasanah khasanah kebangsaan. 

" Rasa cinta tanah air sebagai modal memasuki era ekonomi asean agar kita mampu bersaing dengan dunia luar "jelasnya.

Selain itu menurut Agung penanaman nilai nilai Pancasila dapat menangkal paham paham radikalisme yang marak terjadi. Seperti sekarang ini Islam dinilai keras oleh bangsa lain karena banyaknya pelaku terror yang mengatasnamakan Islam dalam “jihad” mereka. 

"Islam mengajarkan kebaikan, cinta damai, taat asas, nasionalisme dan patritisme bukan sebaliknya yang justru menimbulkan kerusakan, ancaman dan rasa takut di tengah-tengah masyarakat. Pondok pesantren itu,sebagai wadah untuk menimba ilmu Agama juga mengajarkan tentang bagaimana hidup berbangsa  dan bernegara yang bermacam-macam suku, adat, budaya dan agamanya."urai Agung.

Ditegaskan, selama ini kita selalu menyerukan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi dalam pelaksanaannya  masih banyak hal yang perlu dikaji ulang mengingat perbedaan dalam hal tertentu dapat menimbulkan terjadinya konflik horizontal di kalangan
 masyarakat yang beraneka ragam. 

"Nah pemahaman 4 pilar kebangsaan secara utuh akan memberikan ruh kehidupan kepada masyarakat secara individu maupun kelompok utuk hidup berdampingan secara damai menghargai perbedaan dengan menerapkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sila-sila Pancasila " pungkas Agung ( Boypurwo )






Share this article :

Posting Komentar

 
Support : | Creating Website | Boy | Kabardaerahku | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Kabar Daerahku : Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Kabardaerahku
Proudly powered by BanyumasMedia