Jalan Sehat Jelajah Kampung Wisata Purbakala

Selasa, 28 Agustus 20180 komentar


Peerimaan hadiah jalan sehat ( Foto : boy )

Kabardaerahku ( Brebes)
Ribuan masyarakat Brebes mengikuti jalan sehat jelajah situs Purbakala, Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Brebes, Selasa (28/8). 

Dengan riang gembira sembari menyaksikan hasil temuan situs, masyarakat antusias berjalan hingga lebih kurang 7 kilometer. 

Jalan sehat mengambil start di Lapangan Garuda Desa Galuh Timur dan dilepas Wakil Bupati Brebes Narjo SH  dengan melepas bendera start.
“Ayo kita sehatkan masyarakat dengan jalan sehat menjelajahi situs purbakala,” ajak Narjo sebelum melepas bendera start.

Narjo beserta forkopimda dan beberapa Kepala OPD turut serta dalam jalan sehat tersebut. Sekitar 4 kilometer dari titik start, di buka pos yang menyajikan berbagai hasil temuan para pelestari situs. Juga disajikan makanan dan minuman tradisional seperti angkrik, bodin, kacang godok, pisang, uwi, kembili, tawes, talas dan lain-lain.

Puluhan Penari Digul juga menyambut rombongan Wakil Bupati dengan membawa tombak mainan dan dan juga gobang mainan. Mereka menari sebagaimana yang dilakukan masyarakat Digul, sebuah daerah hutan lebat, sebelah timur sungai Digul Hilir, Irian Jaya. Tempat ini terkenal sebagai tempat pembuangan pejuang-pejuang kemerdekaan, terasing dari peradaban masyarakat.

Ketua Panitia HUT ke-73 RI Edy Kusmartono menjelaskan, bahwa jalan sehat sengaja digelar dengan nuansa jelajah Situs Purbakala agar masyarakat Brebes dan dunia luar mengetahui dengan gamblang tentang hebatnya Galuh Timur sebagai Pusat Purbakala di Brebes. 

Daerah Galu Timur, lanjutnya telah diteliti dan penelitian Tim Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran dan tim Bumiayu Tonjong (Buton) juga melakukan penggalian pada lokasi penemuan fosil purbakala di wilayah Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, tepatnya di Sungai Gintung, Dukuh Tengah, Desa Galuh Timur " terang Edi. 

Sementara menurut Pengelola Museum Buton, Rafli Rizal, sekitar 20 persen koleksi museum berasal dari Desa Galuhtimur. Jenis fosilnya yakni gajah purba atau Sinemastodon yang berumur jutaan tahun silam.

“Kebanyakan gajah purba. Ditemukan di sungai dan beberapa pekarangan. Jumlahnya ratusan fosil,” katanya.

Dia menjelaskan alasan dipilihnya Galuhtimur sebagai Kampung Wisata Purbakala karena banyak pelestari yang berasal dari sana. Tercatat ada belasan pelestari yang berasal dari Desa Galuhtimur.

“Mereka tergabung dalam Tim Museum Buton. Ada sekitar belasan pelestari di sini,” ujarnya di sela-sela kegiatan Jelajah Kampung Purbakala.( Boypurwo )





Share this article :

Posting Komentar

 
Support : | Creating Website | Boy | Kabardaerahku | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Kabar Daerahku : Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Kabardaerahku
Proudly powered by BanyumasMedia