Gladi Resik Pagelaran Seni dan Budaya TMII

Jumat, 05 Oktober 20180 komentar

Acara gladi resik ( Foto : hms)

Kabardaerahku ( Brebes)
Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE. MH melihat langsung gladi resik pagelaran seni dan budaya TMII di pendopo Kabupaten Brebes. Didampingi beberapa SKPD, gladi resik dimulai sekitar pukul 15.00 WIB.
Gladi resik pagelaran dipandu oleh Wijanarto selaku Kabid Kebudayaan Dinbudpar Kabupaten Brebes. Jajaran Dinbudpar khususnya bidang kebudayaan juga ikut menyaksikan gladik resik. Kamis 4 Oktober 2018.

Dalam pagelaran kali ini, akan mengangkat cerita Babad Losari Atawa Carita Panembahan Angkawijaya. Kisah Panembahan Angkawijaya atau Panembahan Losari, yang makamnya di Pulosaren, Losari Lor Kabupaten Brebes, cerita ini terkembang. 

Pangeran Losari merupakan keturunan dari Pangeran Pesarean atau Pangeran Mohammad Arifin dengan Ratu Nyawa. Panembahan Losari atau Panembahan Losari merupakan cucu dari Sunan Gunung Jati.

Memadukan konsep sendratari dengan melibatkan 3 kareografer masing-masing Yulia, S.Sn, Mega Amelia dan Linawati, serta komposer digarap Ade Riyanto dkk. Sendratari ini menghidupkan suasana gaya pesisiran Losari dan Brebesan.

Di bawah kerja sama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten bersama Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Brebes serta komunitas seni di Kabupaten Brebes, garapan tahun ini menampilkan ekologi budaya pesisiran utara Brebes, tepatnya wilayah Kecamatan Losari.

“Losari merupakan wilayah perbatasan Brebes dengan provinsi Jawa Barat tepatnya Kabupaten Cirebon, sangat kaya dengan potensi budaya yang sama dengan wilayah Cerbonan. Baik secara bahasa maupun tradisi” papar Kabid Kebudayaan Dinbudpar Brebes, Wijanarto.

Lebih jauh Wijanarto menyampaikan bahwa penggarapan pementasan ini mengeksplorasi cerita tutur dan narasi historis yang lama dikenal oleh masyarakat Losari Lor Kabupaten Brebes.

Ada 50 pendukung pementasan ini yang mencakup 30 penari yang diambilkan dari pelajar di SMPN 1 Losari, SMP Negeri 2 Brebes, SMA Negeri 1 Brebes, SMA Negeri 2 Brebes, serta 15 musik dari beberapa seniman musik sekaligus guru musik di SMP Negeri 1 Tanjung, SMP Negeri 2 Jatibarang, SMP Negeri 1 Brebes, SMP Negeri 2 Brebes, SMPN 1 Ketanggungan, SMANegeri 3 Brebes, SMKN 1 Kersana, SMKN 1 Brebes SMK Mitra Mandiri Ketanggungan, SMK Pusponegoro Brebes, SMK Bisma Kersana dan SMP NU Terpadu. Sisanya pendamping dari Dewan Kesenian Daerah Brebes.

Pergelaran ini disajikan dengan bentuk sendratari yang berkoborasi dengan gamelan renteng yang dipengaruhi Cerbonan. Kisah menawan dari Pangeran

Angkawijaya ini hingga menyingkir ke Pulosaren akibat kekhawatiran tidak mampu menjaga hubungan Ratu Nyai Mas Gelampok isteri kakaknya yang menjadi Sultan Cirebon yang jatuh hati terhadapnya, menjadi alasan menyingkir. 

Perpaduan tari dan operet mini akan menggugah sosok siapa Pangeran Angkawijaya yang makamnya berada di Pulosaren Losari Kabupaten Brebes.

Selain pementasan juga terdapat bazaar produk unggulan Kabupaten Brebes yang diikuti UMKM binaan 5 SKPD serta komunitas masyarakat Brebes di Jabodetabek yang tergabung dalam Masigab, UMKM Remojong Brebes serta 7 organisasi lainnya. “Diharapkan mereka bisa dilibatkan dalam membangun Kabupaten Brebes tercinta. Selain KPMDB Brebes” pungkas Wijanarto.(by/ Pr )

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : | Creating Website | Boy | Kabardaerahku | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Kabar Daerahku : Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Kabardaerahku
Proudly powered by BanyumasMedia