Dana Desa 440 M , Bupati Dukung Papan Informasi Pembangunan Desa

Senin, 19 November 20180 komentar

Acara Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW ( foto : hms )

Kabardaerahku ( Brebes )
Pemasangan Papan Informasi Pembangunan Desa merupakan salah satu langkah agar transparansi pengelolaan dana desa dapat dilihat oleh masyarakat. Terkait program dana desa dari pemerintah pusat yang dialokasikan di Kabupaten Brebes, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti mendukung upaya yang disarankan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen. 

Dukungan tersebut dilontarkan Hj Idza Priyanti saat menghadiri Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW di Majlis Tarbiyatusshibyan Karangsembung, Songgom, Kabupaten Brebes, Sabtu malam (17/11).  
“Hal ini merupakan langkah yang tepat, terutama bagi kepala desa agar mengelola dana desa secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran dengan melakukan pemasangan papan informasi mengenai berbagai program pembangunan desa,” kata Idza.

Lebih lanjut, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti mengatakan di periode kedua masa kepemimpinannya, akan melanjutkan beragam program pembangunan di berbagai bidang, baik pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan lainnya.
“Di moment Maulid Nabi ini, saya memohon doa kepada seluruh masyarakat Kabupaten Brebes agar dapat terus mengembangkan dan memajukan kabupaten tercinta ini menjadi sejahtera,” ujarnya. 
“Pemerintah pusat telah memberikan perhatian besar kepada masyarakat desa di Indonesia, termasuk sebanyak 292 desa di Brebes. Salah satunya melalui bantuan dana desa demi memajukan pembangunan di tingkat desa,” ucapnya.

“APBD dana desa pada 2018 sebesar 343 milyar, dan di 2019 akan mengalami kenaikan sebesar 97 milyar. Berarti akan ada 440 milyar untuk 292 desa di Brebes yang akan digunakan untuk membangun desa yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Menurut Gus Yasin, sapaan akrab wagub, papanisasi dalam pelaksanaan pembangunan sangat penting. Papan itu sebagai sarana informasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan proyek pembangunan yang ada di masing-masing desa. Baik terkait jenis proyek, besaran dan sumber dana yang digunakan, lokasi, waktu pelaksanaan, serta keterangan penting lain.
“Setiap saya berkunjung ke beberapa daerah di Jateng, saya selalu berpesan langsung kepada para bupati, supaya memberikan dorongan kepada kepala desa agar transparan dalam mengelola dana desa. Salah satunya dengan papanisasi,” ujar Taj Yasin.

Selain informasi pembangunan, papan informasi juga menjadi sarana komunikasi antara pemerintah desa dengan masyarakat di berbagai hal. Antara lain, biografi desa, beragam kegiatan, serta bantuan kepada masyarakat miskin, termasuk menuliskan data penerima bantuan, bantuan sudah tepat sasaran atau belum.
“Ini perlu dilakukan supaya masyarakat tahu siapa yang mendapatkan bantuan, sudah tepat atau belum, serta apakah datanya sesuai dengan kondisi nyata. Sedangkan jika data tidak sesuai peruntukan maka masyarakat silakan laporkan yang bersangkutan,” terangnya.

Ia menjelaskan, papanisasi yang harus dipasang di depan balai desa dan tempat umum lainnya sekaligus menjadi sarana pengawasan masyarakat terhadap pemerintah, terutama menyangkut berbagai pembangunan di tingkat desa. Tansparansi atau keterbukaan dalam penggunaan anggaran dan sasarannya harus diterapkan di berbagai bidang pembangunan.

“Pemprov Jateng beberapa minggu lalu mendapatkan penghargaan sebagai Badan Publik Pemerintah Provinsi Kualifikasi Informatif dengan nilai terbaik. Kami ingin prestasi yang telah di raih Jateng tersebut dapat ditiru oleh pemkab dan pemkot yang ada di Jateng,” tandasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengurus Ponpes Khas Kempek Cirebon, Mustafa Aqil Siradj, Wakil Ketua MUI Pusat Zainut Tauhid Sa’adi, Muspika Songgom, para ulama, serta masyarakat sekitar.( ws / pr )

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : | Creating Website | Boy | Kabardaerahku | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Kabar Daerahku : Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Kabardaerahku
Proudly powered by BanyumasMedia