Kekerasan Anak Marak , Puspaga Tingkatkan Kapasitas Orang tua

Kamis, 08 November 20180 komentar

Wabup Narjo beri sambutan ( foto : hms )

Kabardaerahku ( Brebes )
Guna mencegah kekerasan terhadap anak, Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kabupaten Brebes meningkatkan kapasitas orang tua. Lewat langkah tersebut diharapkan bisa mencegah dan meminimalisir kekerasan terhadap anak. 

“Peningkatan kapasitas orang tua, keluarga atau orang yang bertanggungjawab terhadap anak harus kita lakukan secara berkelanjutan,” ujar Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH pada pembukaan Gebyar PUSPAGA 2018 di area Waduk Penjalin Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan, Brebes, Rabu (7/11). 
Menurutnya, peningkatan kapasitas orang tua dalam menjalankan tanggungjawab mengasuh dan melindungi anak, akan tercipta dan terpenuhinya kebutuhan kasih sayang, kelekatan, keselamatan, dan kesejahteraan yang menetap dan berkelanjutan. 

Lebih lanjut Idza mengatakan PUSPAGA dibentuk demi kepentingan terbaik anak, termasuk mengatasi permasalahan kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah dan penelantaran yang masih kerap terjadi di kalangan masyarakat.
Gebyar PUSPAGA ini, diselenggarakan dalam rangka pengembangan model pengasuhan anak berbasis masyarakat sebagai tindakan preventif kekerasan terhadap anak. “Harapannya kegiatan ini dapat memaksimalkan peran serta fungsi PUSPAGA di masyarakat, sehingga selama 24 jam kehidupan anak setiap harinya dapat terjamin pengasuhannya,” ujar Idza.
“Pemerintah Kabupaten Brebes telah membentuk Satuan Tugas Penanganan Masalah Perempuan dan Anak (SATGAS PPA), yang berfungsi untuk menangani permasalahan yang dialami perempuan dan anak,’ tandas Idza.

Idza juga berharap SATGAS PPA dan PUSPAGA dapat berkoordinasi dan membuat program-program dalam upaya mengatasi permasalahan yang terjadi pada perempuan dan anak.
“Semoga ke depan tidak ada lagi masalah-masalah mengenai perempuan dan anak, dengan demikian hal tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh keluarga di Kabupaten Brebes,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Brebes yang diwakili Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Rini Pujiastuti melaporkan kasus kekerasan di Kabupaten Brebes semakin tahun kian meningkat.

“Menurut data yang ada, tahun 2018 sampai Oktober ada 60 korban yang melapor, yang tidak melapor masih banyak dan korbannya kebanyakan adalah usia anak yaitu usia 0-18 tahun, kasus yang sering terjadi yaitu kekerasan seksual mencapai 80 persen,” kata Rini.
Gebyar PUSPAGA merupakan salah satu upaya untuk melakukan pencegahan kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di Kabupaten Brebes. “Mengenai peran dan fungsinya lebih jelas bisa kita konsultasikan kepada para konselor PUSPAGA,’ tambahnya  

“Tujuan kegiatan ini, sesuai representasi lagu Three Ends tentang penghentian kekerasan terhadap perempuan dan anak yaitu akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan orang, dan akhiri kesenjangan ekonomi terhadap perempuan,” tandas Rini. 

Gebyar PUSPAGA diramaikan dengan tarian kentongan dari SMK Maarif NU Paguyangan. Dihadir Asisten 1 Sekda Brebes H Athoilah, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Tiara Kabupaten Brebes Aqilatul Munawaroh, Jajaran Forkopimda, OPD, Forum Anak Brebes, Konselor Puspaga, Satgas PPA, para Camat, para Kepala Puskesmas, Kepala desa se-Kecamatan Paguyangan, tokoh masyarakat, serta anak-anak sekolah. (by, ws / Pr )

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : | Creating Website | Boy | Kabardaerahku | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Kabar Daerahku : Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Kabardaerahku
Proudly powered by BanyumasMedia