Tanamkan Nilai Kejuangan, DHC BPK’45 Gandeng Mahasiswa

Kamis, 15 November 20180 komentar

Pelantikan Pembudayaan Jiwa Semangat di aula Dewan Pendidikan ( foto : hms )

Kabardaerahku ( Brebes )
Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 (BPK’45) Brebes menggandeng ratusan mahasiswa untuk menanamkan nilai nilai kejuangan 45. Sebab mahasiswa dipandang penting peranannya dalam menyebarkan informasi positif kepada teman sejawatnya. 

Apalagi di era milenial, semangat 45 harus terus digelorakan ke dada remaja dan pemuda agar tidak tergilas oleh ekses negatif kecanggihan teknologi informasi.
“Peran Mahasiswa sangat membantu dalam penanaman nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda saat ini,” ujar Ketua DHC BPK’45 Brebes H Iskandar MM saat membuka Pelatihan Pembudayaan Jiwa Semangat dan Nilai Nilai Kejuangan 45, di Aula Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes, Rabu (14/11) kemarin.

Menurut Iskandar, pemuda sejak dulu digadang-gadang oleh pemimpin besar Indonesia. Seperti Presiden Soekarno meyakini kalau pemuda sangat ampuh. 
“Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda maka akan kuguncangkan dunia,” kata Iskandar penuh semangat.

Iskandar menceritakan, kalau zaman dahulu saja Pemuda Soekarno sudah memiliki keyakinan kehebatan generasi muda, maka para mahasiswa pun harus memiliki tegad yang kuat untuk membangun Indonesia. 

Dia mengingatkan, perkembangan Komunikasi IT harus disikapi lebih bijak dan memberi keuntungan  jangan malah menjerumuskan ke hal hal yang negatif atau maksiat dengan menyebar hoaks misalnya. 
Kecanggihan dan persaingan komunikasi yang cepat harus menjadi media untuk membesarkan bangsa namun ramah dan beretika.

Pelatihan dalam rangka hari Pahlawan ini, menurut Iskandar untuk meningkatkan kapasitas sebagai sosok pemuda kekinian agar tidak mengalami krisis jatidiri sosok kepahlawanan. Iskandar juga prihatin di era sekarang banyak mempertontonkan perebutan kekuasaan, karena kaum elit belum menjadi contoh seperti terlibat korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Hijrahlah dari yang jelek ke yang baik. Mental KKN, premanisme, trabas dan prilaku negatif lainnya harus kita hindarkan,” ajaknya dengan semangat. 
Senada, tokoh masyarakat Soewardi Wirjatmadja menilai kalau Bung Karno dipenjara karena untuk kepentingan negara, kepentingan rakyat. Tapi sekarang para gubernur, bupati dan pejabat lainnya dipenjara karena menggerogoti uang negara, mengambil hak rakyat.

Tokoh Brebes yang kini berusia 86 tahun ini mengajak mahasiswa untuk memangkas generasi yang korupsi. "Andalah nantinya yang menjadi generasi anti korupsi. Penerus jiwa, semangat 45 dengan mencontoh Nabi Muhammad SAW dan selalu memohon perlindungan Allah SWT,” tandasnya.
Pelatihan mendatangkan tiga narasumber yakni Dosen STAI Brebes Hj Sulaemanah MPd dengan materi sejarah, Sementara mantan Dandim 0713/Brebes Gunawan Wibisono menyampaikan materi nasionalisme. 

Mantan Asisten 1 Sekda Brebes Drs HM Supriyono memberikan materi tentang metode pelestarian jiwa, semangat dan nilai nilai 45 dan Mantan Kepala Dishub Brebes H Sutriyono MM menyampaikan pentingnya toleransi dalam hidup kebhinekaan

Mahasiswa yang berperan serta dalam kegiatan pelatihan antara lain berasal dari Universitas dan Akademi di wilayah Brebes pantura, yakni Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Brebes, STIE Widya Manggalia Brebes, Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Politeknik Mitra Karya Medika Ketanggungan dan Akbid YPBHK Brebes. (ws / pr )
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : | Creating Website | Boy | Kabardaerahku | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Kabar Daerahku : Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Kabardaerahku
Proudly powered by BanyumasMedia