Semangat Kartini Ciptakan Jateng Maju dan Mandiri

Selasa, 23 April 20190 komentar

Upacara Hari Kartini (Foto ;  hms )
Kabardaerahku (Brebes)
Peringatan HUT Kartini Ke-140 Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Brebes yang mengusung tema "Dengan Semangat Kartini Kita Wujudkan Kualitas Keluarga Untuk Jawa Tengah Maju Dan Mandiri" digelar di halaman Kantor Bupati Brebes, Senin (22/4) 

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH sedangkan sebagai Komandan Upacara Kapolsek Brebes AKP Harti SH.

Dalam sambutannya Bupati Brebes menyampaikan kepada seluruh kaum perempuan untuk tidak lelah memperjuangkan emansipasi wanita. Meskipun langkah tersebut telah ditempuh oleh pejuang emansipasi wanita Indonesia, Raden Ajeng Kartini, yang lahir 21 April, 140 tahun yang lalu. 

Perjuangan emansipasi saat ini, kata Idza yakni dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga perempuan mampu turutserta dalam pembangunan.
Berbicara tentang kartini, Idza becerita, berarti tidak hanya bicara sebagai tokoh emansipasi perempuan, tetapi juga pelopor kebangkitan nasional. Pemikiran-pemikiran revolusioner yang disampaikan Kartini menjadi pencerahan yang hebat di tengah masyarakat Indonesia, tidak hanya pada saat Kartini masih hidup, namun hingga saat masih berlaku.  

“Terpenjara”, adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kehidupan wanita di era Kartini di jaman penjajahan Belanda. Tidak hanya badan tapi juga pikiran, bahkan kehidupan merekan perempuan, begitu akil baligh mereka harus tinggal di rumah untuk dipingit. Perempuan tidak perlu punya cita-cita yang tinggi. Tak perlu pergi kemana-mana untuk menuntut ilmu. Tak perlu sekolah. Perempuan hanya diajarkan ilmu tata krama kepada keluarga dan masyarakat dan ilmu seluas rumah. Perempuan  tidak boleh menjabat dalam pemerintahan, apapun jabatan itu. 

Dan ketika masyarakat masih berjuang dengan adat dan budaya, kartini dan keluarga besarnya justru memikirkan kemajuan masyarakat dan bangsanya. Masyarakat yang ketika itu hidup dalam kegelapan dari pengetahuan dan kungkungan budaya feodal, pandangan kartini, mampu melampaui zaman dan masyarakatnya ketika itu.

Perjuangan RA Kartini, lanjutnya, kini telah dirasakan oleh kaum perempuan Indonesia. Perempuan tidak lagi dipandang sebelah mata yang hanya berkerja untuk urusan sumur, dapur dan kasur. Saat ini masyarakat tidak lagi memandang perempuan terkekang di dalam rumah. Namun para perempuan hebat walaupun sudah mampu sejajar dengan kaum laki-laki, tetapi tidak meninggalkan kodratnya sebagai perempuan. Tetap penuh cinta kasih untuk mengurus keluarga, melahirkan dan mendidik anak-anaknya.

Saat ini sebagaimana kaum laki-laki, perempuan Indonesia mempunyai kesempatan yang sama di bidang sosial, ekonomi, hukum dan politik. Perempuan Indonesia boleh menuntut ilmu setinggi yang ia bisa raih, perempuan boleh mencari pasangannya tanpa dipaksa oleh orangtuanya, perempuan boleh bisa memilih profesi yang diinginkan. Perempuan boleh menduduki jabatan kepemimpinan di dari jabatan Lurah, Camat, Bupati, Gubernur, Menteri, Wakil Presiden, bahkan Presiden. 
"Patutlah kita berterimakasih kepada Kartini yang telah mengabdi dengan penuh keikhlasan untuk keluarga, nusa dan agama. Dari keikhlasan seorang wanita akan tumbuh generasi hebat yang kelak menjadi pemimpin-pemimpin bangsa. Dari sentuhan lembut wanita akan mengawal kesuksesan generasi yang berakhlak mulia," tandas Idza.

Untuk itu, sambubgnya, Idza berharap para perempuan Kabupaten Brebes terus meningkatkan kualitas diri, wawasan sebagai bekal dalam mendidik anak-anak. Jadilah kartini - kartini milenial yang melek teknologi dan tidak gagap informasi. 
Satu yang pasti, tegasnya, kesetaraan laki-laki dan perempuan dalam peran sosial kemasyarakatan yang tumbuh subur di negara ini tak lepas dari sosok RA Kartini, pahlawan emansipasi yang berjuang untuk kesetaraan perempuan. Kartini berusaha agar wanita memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam hal-hal yang memang menjadi haknya. Kartini berjuang supaya kaum wanita mendapatkan tempat yang mulia, terhormat dan dihargai. 
Hadir dalan upacara,  Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, perwakilan Forkopimda, para Asisten Sekda, Pj Sekda Brebes, para Kepala SKPD, serta para tamu undangan.  
Sebelumnnya, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Brebes telah melaksanakan tabur bunga peringatan Hari Kartini Tahun 2019 dengan berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Tama, dimulai pada pukul 06.00 wib.

Ketua panitia kegiatan, Sri Aminih Joko Gunawan mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada Raden Ajeng Kartini yang memperjuangkan emansipasi wanita di Indonesia. 
Ziarah dan tabur bunga dipimpin langsung oleh Ketua Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Brebes Sri Legiastuti Narjo, yang di awali dengan mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga di tugu Taman Makam Pahlawan Kusuma Tama dan dilanjutkan tabur bunga. 
Ziarah dan tabur bunga juga dihadiri oleh Wakil Bupati Brebes, Narjo SH MH, jajaran TNI, Polri. (Rn, Dn, Ls, Wsd/  Pur )



Share this article :

Posting Komentar

 
Support : | Creating Website | Boy | Kabardaerahku | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Kabar Daerahku : Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Kabardaerahku
Proudly powered by BanyumasMedia